
Jakarta, businessformlettertemplate Indonesia
—
Ruben Onsu
disebut tidak pernah cerita secara detail permasalahan yang ia alami kepada sahabat-sahabat terdekat. Salah satunya adalah perseteruan dengan mantan istri, Sarwendah.
Sahabat sekaligus mantan manajernya, Nanda Persada, mengungkapkan Ruben Onsu tidak pernah menceritakan secara detail masalah perseteruan tersebut. Hal itu membuat teman-teman Ruben seringkali khawatir dengan kondisinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dia enggak pernah cerita detail,” kata Nanda Persada seperti diberitakan
detikHot
pada Jumat (10/7).
“Sama seperti masalah rumah tangganya yang sekarang ramai, itu akumulasi dari komunikasi yang tersumbat. Teman-teman dekat juga sering protes karena Ruben enggak pernah cerita.”
Di tengah perseteruan dengan Sarwendah hingga kini merembet dengan adiknya sendiri, Jordi Onsu yang disebut akan membuka aib presenter tersebut, Ruben selalu mengaku dapat menyelesaikan permasalahannya sendiri.
“Jawaban Ruben selalu sama. Dia pikir bisa handle masalah ini sendiri, bisa kuat dan sabar. Tapi ternyata situasinya makin buruk,” kata Nanda Persada.
Terkait ancaman dari adik kandung sendiri, Ruben Onsu mengaku tidak ingin menanggapi hal tersebut dengan serius. Ia menyerahkan semuanya kepada Allah SWT, karena baginya pasrah dan berserah adalah hal yang sudah seharusnya.
Ia pun tengah fokus pada gugatan hak asuh anak yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026. Atas pengajuan tersebut, sidang pertama akan digelar pada 15 Juli 2026.
Dalam perbincangan dengan Nanda Persada dalam video yang tayang di YouTube pada (6/7), Ruben Onsu mengaku menyayangkan situasi yang terjadi antara dirinya dengan sang adik.
Ruben mengatakan situasi yang membuat semakin pelik adalah dirinya dengan Jordi adalah saudara kandung sedarah yang tidak bisa dihapus sampai kapan pun. Sehingga konflik di mana Jordi dinilai ikut campur dalam masalahnya dengan Sarwendah, semakin membuatnya kecewa.
“Jadi kalau ditanya tentang Mas Jordi itu, saya cuma bilang begini, saya sayangkan sekali. Dia bilang dia mau ke sana karena ada anak gue, anak gue yang mana?” kata Ruben Onsu.
“Kalau lo menjembatani anak gue dengan gue, lo komunikasi ke gue. Ini enggak sama sekali. Jadi gue cuma mau bilang, bisa enggak lo enggak usah ikutan, lo jalan sama hidup lo sendiri, lo fokus, lo berjuang sama hidup lo sendiri, lo fight.”
“Kenapa akhirnya orang terus menggiring? Karena lo sodara kandungnya, lo ke sana, dan lo ikut andil dalam pembicaraan-pembicaraan yang seolah-olah.. Duh stop, jangan bangga,” kata Ruben.
“Nanti akan banyak orang yang bongkar aib kamu, kamu marah, kesal. Makanya belajar agama, lo bongkar aib orang, akhirnya aib lo yang akan dibongkar lebih jauh lagi.”
(van/end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video businessformlettertemplate]
Baca lagi: Awas, Jangan Minum Kopi di Pesawat! Apa Alasannya?
Baca lagi: Trump-Netanyahu Kembali Teleponan, Bahas Turki
Baca lagi: Tom Holland Kira Aktingnya di The Odyssey Tak Disuka Nolan




4 Responses
Artikel ini menjadi pengingat bahwa belajar hal baru bisa terasa menyenangkan. Saya juga mampir ke [https://my.dev.vanderbilt.edu/tractem/2018/04/19/cgc/](https://my.dev.vanderbilt.edu/tractem/2018/04/19/cgc/).
Artikel ini memberikan perspektif yang cukup menarik dibanding beberapa tulisan lain yang pernah saya baca. Referensi lainnya ada di [https://anja-kroschka.de.tl/Herzen.htm](https://anja-kroschka.de.tl/Herzen.htm).
Gak nyangka bakal bahas sedetail ini, salut buat penulisnya! Oh iya, kemarin-kemarin saya juga nemu info yang pas banget ngebahas ginian di https://kldp.org/comment/274761.
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=88093 juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.