
Jakarta, businessformlettertemplate Indonesia
—
Sutradara Lee Seung-young membeberkan sejumlah perbedaan mendasar antara drama terbarunya,
Agent Kim Reactivated
, dengan film Hollywood legendaris Taken (2008).
Meski memiliki kesamaan premis tentang perjuangan seorang ayah sekaligus mantan agen rahasia menyelamatkan anak, serial Korea yang ia garap dinilai memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan cerita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lee Seung-young menjelaskan bahwa jika Taken berfokus pada pengejaran waktu yang linier, Agent Kim Reactivated hadir sebagai serial panjang. Durasi itu memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap karakter di sekitar tokoh utama.
“Taken pada dasarnya adalah pengejaran real-time tentang seorang ayah yang mencoba mencari putrinya,” kata Lee Seung-young seperti diberitakan
Korea JoongAng Daily
, Kamis (25/6).
“Sementara serial ini kisah sepanjang 10 jam. Meskipun mengambil kekuatan dari Taken, serial ini memiliki sesuatu yang tidak dimiliki film tersebut, yaitu kisah orang-orang di sekitar Kim dan jajaran karakter yang hidup.”
[Gambas:Video businessformlettertemplate]
Kehadiran karakter pendukung, seperti dua sosok ayah lainnya, Seong Han-su (Choi Dae-hoon) dan Park Jin-cheol (Yoon Kyung-ho), serta rekan misterius Kim, Jeong Sang-a (Son Na-eun), diklaim memberikan keseruan tersendiri.
Selain kedalaman cerita, variasi juga dihadirkan lewat perbedaan gaya pertarungan masing-masing tokoh.
Jika aksi Kim digambarkan dingin namun membara, aksi instruktur taekwondo Han-su menonjolkan tendangan yang mencolok.
Sementara itu, Jin-cheol yang merupakan veteran Korps Marinir menampilkan pertarungan jarak dekat yang kuat dan penuh katarsis.
“Karena saya pribadi menyukai pertarungan tangan kosong, saya pikir aksi Jin-cheol memiliki kesenangan mentah tersendiri, sebuah sensasi memuaskan yang didasarkan pada pertarungan jarak dekat yang kuat,” ujar Yoon Kyung-ho.
Di sisi lain, serial thriller aksi balas dendam ini merupakan proyek adaptasi dari webtoon populer berjudul Manager Kim (2021).
Lee Seung-young mengaku berusaha membuat versi serial terasa lebih membumi dengan menyesuaikan beberapa poin yang dinilai kurang realistis dari versi komik digitalnya.
Meski demikian, tim produksi tetap mempertahankan narasi utama dan daya tarik visual dari karya aslinya, mulai dari penyesuaian kostum hingga gaya rambut para karakter agar tetap serupa.
“Saya bisa katakan serial ini sekitar 70 hingga 80 persen mempertahankan kekuatan dari karya aslinya, dan 20 hingga 30 persen sisanya adalah kreasi ulang,” tutur Lee Seung-young.
Agent Kim Reactivated menceritakan kehidupan Manajer Kim (So Ji-sub), seorang pria paruh baya sekaligus ayah tunggal yang tampak biasa saja dan sehari-hari bekerja sebagai pegawai di bank sederhana.
Namun, Kim sesungguhnya menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun, termasuk kepada putrinya sendiri, yakni dirinya adalah mantan agen rahasia elite yang pernah dikirim ke operasi tingkat tinggi yang mematikan.
Keberadaannya di Korea Selatan seperti bom waktu tersembunyi yang bisa memicu kekacauan besar jika sampai terendus musuh.
Ketenangan yang telah bertahun-tahun dibangun Kim runtuh seketika saat petaka menghampiri keluarganya. Hidup Kim berubah total ketika Min-ji tiba-tiba diculik secara misterius.
Agent Kim Reactivated tayang tiap Jumat dan Sabtu mulai 26 Juni di Netflix.
[Gambas:Youtube]
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Optimalkan Kebijakan Anggaran, Dasco dan Cucun Terima Aspirasi APKASI
Baca lagi: Kuota 8 Persen Haji Khusus Digugat ke MK, Asosiasi Respons
Baca lagi: Iseng Saat Terbang, Pilot Ukir Tulisan ‘Saya Bosan’ di Langit




2 Responses
Wah, artikelnya bermanfaat banget min, pas banget kebetulan lagi nyari info seputar topik ini buat tugas. Kalau temen-temen mau liat sudut pandang lain, bisa coba cek https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320683414_htm ya.
Ulasan komprehensif yang ngebantu banget memperluas wawasan saya seputar topik ini. Makasih admin. Sekadar berbagi info tambahan, ada bahasan pelengkap yang lumayan oke di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297593528_htm